Aku salah chat kamu.
Waktu itu aku cuma mau mengirim pesan WhatsApp. Tapi ternyata orang yang aku chat bukan orang yang seharusnya.
Dan dari pertanyaan sederhana itulah, tanpa aku sadari, cerita kita mulai.
Satu chat yang salah. Satu akun fake. Satu Story yang kepencet. Dan entah bagaimana… semuanya membawa kita sampai di hari ini.
Waktu itu aku cuma mau mengirim pesan WhatsApp. Tapi ternyata orang yang aku chat bukan orang yang seharusnya.
Dan dari pertanyaan sederhana itulah, tanpa aku sadari, cerita kita mulai.
Namanya Dina. Diam-diam, dia mulai mencari tahu siapa cowo yang salah chat itu.
Dan ternyata… pencariannya tidak menggunakan akun utama.
Dina datang menggunakan akun fake bernama ewksoo. Katanya cuma lihat-lihat. Katanya cuma penasaran.
Niatnya stalking diam-diam. Tapi jari punya rencana sendiri. Story-ku terbuka… dan nama ewksoo muncul di daftar viewers.
“SIAPA NIH?”
Karena penasaran, aku buka profilnya. Lalu tanpa banyak berpikir… aku follow.
Operasi rahasia berubah menjadi keadaan darurat.
Daripada terus pura-pura tidak terjadi apa-apa, Dina memberanikan diri membuka percakapan.
Yang awalnya cuma salah chat berubah jadi chat setiap hari. Dari sekadar penasaran menjadi saling menunggu kabar.
Dan dari “dinn” yang sederhana itu, obrolan kami mulai jadi semakin sering.
Akun fake ewksoo, Story yang kepencet, follow yang bikin kaget, dan DM yang awalnya canggung… semuanya ternyata punya satu tujuan.
Membawa aku ketemu kamu, Dina.
Selamat ulang tahun yang ke-22, sayang. Terima kasih sudah pernah stalking pakai akun ewksoo, pernah kepencet Story-ku, dan akhirnya berani DM aku.
Kalau dulu semuanya terasa seperti kesalahan, sekarang aku justru bersyukur atas semua “kesalahan” itu. Karena dari sana, aku mendapatkan kamu.
Semoga di umur 22 ini kamu selalu dikelilingi hal-hal baik, semakin bahagia, semakin kuat, semua yang kamu impikan satu per satu tercapai, dan semoga aku masih menjadi orang yang bisa menemani kamu di banyak ulang tahun berikutnya.